Kamis, 14 April 2011

Tugas Teori Organisasi Umum 2

Perilaku Produsen dan Konsumen dalam kegiatan ekonomi

1. Perilaku Produsen

Dalam proses produksi, faktor produksi memiliki hubungan yang sangat erat dengan produk yang dihasilkan. Produk sebagai output (keluaran) dari proses produksi sangat bergantung pada faktor produksi sebagai input (masukan). Semakin besar jumlah faktor produksi (input) yang masuk dalam proses produksi, semakin besar pula jumlah produk (output) yang dihasilkan.

A. Teori Produsen dan Fungsi Produksi
Yang dimaksud dengan teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya.
Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:

"Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn)"

dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan dan X1, X2, X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, hanya biasa menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bias memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:
a) Y = a + bX ( fungsi linier)
b) Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis)
c) Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.
Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut:
"The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang)."
Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahansatu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan.

B. Produksi Optimal
Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input-output. Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut. Keuntungan (p) dapat ditulis : p = PY.Y -Px.X, di mana Y = jumlah produk;
PY = harga produk;
X = faktor produksi;
Px = harga factor produksi.

C. Least cost combination
Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan.
Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.

2. Perilaku Konsumen

Konsumen akan selalu melakukan kegiatan konsumsi, dimana dalam kegiatan konsumsi tersebut akan ada sesuatu yang diinginkan yaitu utilitas. Konsumen akan berusaha mendapatkan utilitas dari setiap kegiatan konsumsi yang dilakukan. Bahkan, konsumen akan berusaha agar utilitas yang diperoleh adalah utilitas maksimum. Utilitas maksimum adalah suatu kegiatan konsumsi konsumen dalam mencapai keseimbangan pasar, yaitu besar pengorbanan yang dikeluarkan sama atau sebanding dengan utilitas yang didapat dari barang yang dikonsumsi. Oleh karena itu, utilitas maksimum sering disebut keseimbangan konsumen.

Utilitas maksimum dalam mengonsumsi atau menggunakan barang dan jasa dapat diidentifikasi dengan tiga pendekatan, yaitu pendekatan kardinal (utilitas konsumen dapat diukur dengan angka) denngan menggunakan konsep Marginal Utility (MU), pendekatan ordinal (utilitas konsumen dapat dinyatakan melalui tingkatan-tingkatan utilitas dari tingkat rendah ke tingkat tinggi) dengan menggunakan konsep indifference curve (konsep kurva indiferen), dan garis anggaran (budget line).

++ Pendekatan
Dalam mempelajari perilaku konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang ada dua pendekatan, yaitu:
A. Pendekatan Kardinal
B. Pendekatan Ordinal

A. Pendekatan Kardinal
-Kepuasan seorang konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan kepuasan misalnya mata uang.
-Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambash kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu.
-Tambahan kepuasan yang diperoleh dari penambahan jumlah barang yang dikonsumsi disebut kepuasan marginal (Marginal Utility).
-Berlaku hukum tambahan kepuasan yang semakin menurun (The Law of Diminishing Marginal Utility), yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.

B. Pendekatan Ordinal
-Kelemahan pendekatan kardinal terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Padakenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan.
-Pendekatan ordinal mengukur kepuasan konsumen dengan angka ordinal (relatif).
-Tingkat kepuasan konsumen dengan menggunakan kurva indiferens (kurva yg menunjukkan tingkat kombinasi jumlah barang yang dikonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama).

Dimana ciri-ciri kurva indiferens adalah:
1. Mempunyai kemiringan yang negatif (konsumen akan mengurangi konsumsi barang yg satu apabila ia menambah jumlah barang lain yang di konsumsi).
2. Cembung ke arah titik origin, menunjukkan adanya perbedaan proporsi jumlah yang harus ia korbankan untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi (marginal rate of substitution).
3. Tidak saling berpotongan, tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurva indiferens yang berbeda.

++ Konsep Elastisitas
Elastisitas dapat diartikan sebagai derajat kepekaan suatu gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi lain atau dapat diartikan juga sebagai tingkat kepekaan perubahan kuantitas suatu barang yang disebabkan oleh adanya perubahan faktor-faktor lain.
Ada 3 (tiga) macam elastisitas, yaitu :

A. Elastisitas Harga (Price Elasticity)
membahas perbandingan/ratio persentase perubahan kuantitas suatu barang yang diminta atau yang ditawarkan dengan persentase perubahan harga barang itu sendiri.

B. Elastisitas Silang (Cross Elasticity)
membahas perbandingan/ratio persentase perubahan kuantitas suatu barang (barang X) yang diminta atau yang ditawarkan dengan persentase perubahan harga barang lain (barang Y).

C. Elastisitas Pendapatan/Income
membahas perbandingan/ratio persentase perubahan kuantitas suatu barang yang diminta atau yang ditawarkan dengan persentase perubahan income/pendapatan.


PASAR
Pengertian Pasar atau Definisi Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.
1. Pengertian dan Fungsi Pasar
Pasar diartikan sebagi suatu tempat bertemunya penjual dan pembeli. Dalam ilmu ekonomi, yang dimaksud Pasar adalah tempat atau sarana bertemunya penjual dan pembeli baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan transaksi jual/beli
Di dalam kehidupan ekonomi, pasar mempunyai tiga fungsi sebagai berikut:
a. Fungsi Distribusi
b. Fungsi Promosi
c .Fungsi Pembentuk Harga

Bentuk-Bentuk Pasar
1. Pasar Persaingan Sempurna, suatu pasar dikatakan sebagai pasar persaingan sempurna jika penjual dan pembeli sangat banyak, sehingga harga tidak dapat ditentukan oleh seseorang melainkan oleh kekuatan penawaran dan permintaan, produsen menjual produk yang homogen dan mobilitas sumber daya sempurna. Contohnya adalah pasar tradisional

2. Pasar Persaingan Monopolistik adalah pasar yang terletak diantara dua bentuk pasar, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli.

3. Pasar Oligopoli adalah pasar yang hanya terdapat beberapa penjual yang saling bersaing dengan jumlah pembeli yang banyak. contoh pasar produk elektronik

4. Pasar Monopoli adalah pasar yang terdapat satu penjual yang menguasai perdagangan barang atau jasa, produsen menetapkan sendiri harga yang diinginkan atau bertindak sebagai penentu harga
5. Pasar Duopoli adalah pasar dimana barang dikuasai oleh dua perusahaan
6. Pasar Monopsoni adalah pasar yang hanya terdapat satu pembeli sedangkan penjualnya banyak, sehingga pembeli bisa menntukan harga
7. Pasar Oligopsoni adalah pasar yang terdapat beberapa pembeli. masing-masing pembeli memiliki peran yang cukup besar untuk mempengaruhi harga barang dan jasa.

Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak). Maka kita lihat penjabaran berikut ini:Pasar Nyata.

1. Pasar nyata adalah pasar dimana barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
2. Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.

Jenis pasar menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
· Pasar Tradisional
Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
· Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
Jenis – Jenis Pasar menurut jenis barangnya. Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.
Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:
· Pasar Lokal
· Pasar Daerah
· Pasar Nasional dan
· Pasar Internasional

Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.


UANG
Uang merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. pada masa-masa sebelumnya, pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang secara langsung.
Sejarah Uang
Pada jaman dahulu, jual beli dilakukan dengan sistem barter. Barter adalah perdagangan yang dilakukan dengan cara tukar menukar barang, setelah barter orang mulai menggunakan alat pembayaran yang disepakati.
Sebelum menggunakan uang, orang menggunakan barang yang tertentu sebagai alat pembayaran, misalnya kulit kerang, mutiara, batu permata, tembaga, emas, perak , manik-manik, dan gigi binatang.
Pada zaman modern uang digunakan sebagai alat pembayaran. dengan menggunakan uang, manusia berusaha memenuhi kebutuhannya.
Jenis-Jenis Uang
Jenis-Jenis uang di bagi menjadi dua yaitu:
· Uang kartal
Uang kartal adalah uang yang digunakan sebagai alat pembayaran dalam kehidupan sehari-hari. Uang kartal berupa uang logam dan uang kertas, mata uang negara kita adalah Rupiah, uang pertama yang dibuat oleh Indonesia adalah Oeang Republik Indonesia.
Lembaga yang bertugas dan mengawasi peredaran uang rupiah adalah Bank Indonesia, sedangkan perusahaan yang mencetak uang rupiah adalah Perum Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia).
· Uang Giral
Uang giral adalah surat berharga yang dapat diuangkan di bank atau dikantor pos. Contoh uang giral, cek, giro pos, wesel dan surat berharga.Uang giral biasanya digunakan untuk transaksi dengan nilai uang yang sangat besar.
Kegunaan uang ialah Uang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, alat penukar, alat penentu harga, dan dapat pula di tabung.
Motif Masyarakat Memegang Uang

Permintaan uang adalah kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai.Menurut Keynes, ada tiga (motif)alas an masyarakat memegang uang yakni :

a. Motif Transaksi (Transacton Motive)
Permintaan uang untuk transaksi dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional.

b. Motif berjaga-jaga (Precautionary motive)
Motif ini juga dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pendapatan nasional. Semakin tinggi pendapatan seseorang, maka tingkat kesadaran terhadap masa depan akan semakin tinggi. Kondisi masa depan yang tidak menentu akan mendorong orang untuk melakukan motif ini. Hal tersebut akan membawa kebutuhan yang semakin tinggi akan perlunya uang untuk berjaga. Secara aggregate semakin tinggi pendapatan nasional, maka kebutuhan masyarakat terhadap uang untuk berjaga-jaga juga akan semakin tinggi.

c. Motif Spekulasi (Speculative Motive).
Arti spekulasi pada motif ini adalah spekulasi dalam pembelian dan penjualan surat-surat berharga. Motif ii dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Apabila tingkat suku bunga naik, maka harga surat-surat berharga akan turun. Jadi naiknya tingkat suku bunga akan menaikkan permintaan untuk spekulasi dan sebaliknya


KEBIJAKAN MONETER

Kebijakan Moneter adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa moeneter (Bank Indonesia) untuk mempengaruhi jumlah yang beredar dan kredit yang pada akhirnya akan mempegaruhi kegiatan ekonomi masyarakat.
Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai stablisasi ekonomi yang dapat diukurdengan
a. Kesempatan Kerja
Semakin besar gairah untuk berusaha, maka akan mengakibatkan peningkatan produksi. Peningkatan produksi ini akan diikuti dengan kebutuhan tenaga kerja. Hal ini berarti akan terjadinya peningkatan kesempatan kerja dan kesehjateraan karyawan.
b. Kestabilan harga
Apabila kestablian harga tercapai maka akan menimbulkan kepercyaan di masyarakat. Masyarakat percaya bahwa barang yang mereka beli sekarang akan sama dengan harga yang akan masa depan.
c. Neraca Pembayaran Internasional
Neraca pembayaran internasional yang seimbang menunjukkan stabilisasi ekonomi di suatu Negara. Agar neraca pembayaran internasional seimbang, maka pemerintah sering melakukan kebijakan-kebijakan moneter.

Senin, 10 Januari 2011

Bagaimana Granat Bekerja

Granat tangan, granat genggam, atau granat nanas adalah bom yang digenggam dan dilemparkan dengan menggunakan tangan. Istilah granat ini berasal dari bahasa Perancis Kuno dari kata (pome) grenate (pomegranate: buah delima), buah yang ukurannya mirip dengan granat genggam versi awal, dan karena kandungan serpihan granat tangan juga mirip dengan biji dalam buah itu.

Selain granat tangan, ada juga granat yang dirancang untuk ditembakkan dari senapan dan pelontar granat. Granat jenis ini bukan granat tangan, karena tidak bisa diaktifkan hanya dengan menggunakan tangan.
Daftar isi

Terdapat berbagai bentuk dan ukuran granat, yang masing-masing memiliki tujuan yang berbeda-beda. Pada umumnya granat dirancang untuk meledak dan melontarkan serpihan-serpihan tajam ke segala arah. Ada juga granat yang terbakar, dan melepaskan asap. Tetapi semua granat memiliki dua kesamaan, yaitu pertama, bisa diisi oleh bahan peledak atau bahan kimia. Kedua, granat memiliki liang untuk memasukkan sumbu.

Pada dasarnya granat adalah bom kecil yang cara kerjanya mirip petasan. Petasan dibuat dari kertas yang diisi dengan bubuk mesiu dan mempunyai sumbu kecil. Apabila sumbu dinyalakan, api akan berjalan dari sumbu menuju bubuk mesiu, membuatnya meledak. Granat tangan berfungsi dengan cara yang sama, perbedaan adalah sumbu granat dinyalakan oleh mekanisme elektronik atau piroteknik, dan bukan api.
[sunting] Karakteristik
Latihan melempar granat.

Granat mempunyai empat karakteristik:

* Jarak penggunaan yang dekat (10-30 meter)
* Daerah kerusakan yang kecil.
* Ada penundaan ledakan agar bisa dilempar dengan aman.
* Kulitnya yang keras membuatnya bisa dipantulkan pada tembok atau tanah

Granat mempunyai bagian utama seperti berikut:

* Badan – mengandungi pengisi dan dalam kebanyakan granat juga mengandungi serpihan.
* Pengisi – bahan kimia atau bahan peledak dalam granat, yang menentukan kegunaan granat
* Sumbu – membuat granat berfungsi dengan menyalakan atau meledakkan bahan pengisi.

Jenis-jenis granat
Granat serpihan
Granat serpihan (bahasa Inggris: fragmentation grenade) adalah granat yang dirancang untuk membunuh infanteri, yang dibuat untuk memuntahkan serpihan ke segala arah. Badannya dibuat dari plastik keras atau besi, lalu badannya diisi serpihan tajam, kawat, bola-bola besi, atau badan luarnya sendiri pun bisa bekerja sebagai serpihan. Bila kata "granat" digunakan tanpa penjelasan lebih lanjut, selalu diasumsikan bahwa yang dimaksud adalah granat jenis ini.


Granat asap kuning.

Granat asap merupakan granat berbentuk kaleng yang digunakan sebagai alat isyarat darat atau darat ke udara, penanda zona sasaran atau pendaratan, atau penyembunyi pergerakan tentara. Granat asap biasanya terbentuk dari silinder logam dengan lubang di bagian atas dan bawah untuk mengeluarkan asap. Ada dua jenis utama granat ini: granat asap berwarna dan granat penyembunyi. Pada granat asap berwarna, pengisinya biasanya terdiri daripada 250 hingga 350 gram campuran asap pewarna (kebanyakannya potasium nitrat, laktose dan pewarna). Tersedia warna-warna merah, hijau, kuning, dan ungu. Granat asap penyembunyi biasanya berisi campuran HC (hexachloroethane/zinc) atau campuran TA (terephthalic acid).

Jenis granat asap lain, adalah jenis asap meledak. Granat ini berisi fosforus putih (WP). Granat WP meledak dan menyebarkan phosphorus putih ke segala arah, lalu phosphorus terbakar apabila ketika bertemu udara, dan terbakar dengan api kuning terang, sambil menghasilkan asap putih yang banyak (phosphorus pentoksida). Ia juga berfungsi sebagai granat pembakar.

Granat Anti Kerusuhan


Granat gas ini berisi gas air mata, yang biasanya berupa gas CS (Chlorobenzol malononitrile). Bentuk dan pengoperasian granat ini sama dengan gas asap, tetapi bedanya granat ini berisi 80 sampai 120 gram gas air mata, yang akan menyebabkan iritasi pada mata dan sistem pernafasan.

Apabila seseorang terkena gas ini untuk waktu yang lama (lebih dari 10 menit) granat ini mampu menyebabkan lepuh pada kulit dan luka permanen pada paru-paru. Dan bagi orang yang lemah atau sudah tua, gas CS mampu menyebabkan kematian.

Pemakaian granat gas sering keliru, granat ini seharusnya tidak digunakan untuk membubarkan segerombolan orang banyak karena akan menyebabkan panik. Pemakaian yang tepat adalah untuk menggunakan granat ini untuk membuat pagar pembatas, untuk mengarahkan pergerakan massa, atau untuk melindungi anggota kepolisian yang sedang terkepung.


Granat Pembakar


Granat pembakar (bahasa Inggris: incendiary grenade) menghasilkan panas sangat tinggi melalui reaksi kimia. Bentuknya hampir serupa seperti granat asap dan gas. Pengisinya terdiri daripada 600 hingga 800 gram thermat (TH3), yang merupakan versi thermit yang diperbarui, bahan pembakar yang digunakan dalam granat sewaktu Perang Dunia II. Sebagian daripada campuran thermat berubah menjadi besi cair, yang terbakar pada suhu 2204° Celsius. Granat ini dapat melelehkan logam yang bersentuhan dengannya. Pengisi thermate bagi granat AN-M14 terbakar selama 40 detik dan mampu membakar menembusi 12,7 mm kepingan baja. Granat ini juga tidak memerlukan oksigen dalam pembakaran dan mampu terbakar di bawah air. Fosforus putih juga digunakan sebagai pengisi granat pembakar, yang membakar pada suhu 2760 °C.

Pembakaran thermat dan fosforus adalah dapat menyebabkan luka bakar yang paling parah dan menyakitkan karena thermat dan fosfor terbakar pada secara cepat dan suhu yang membuat satu partikel kimia tersebut membakar menembus kulit, saraf, otot dan juga tulang. Selain itu, fosforus putih amat beracun. Dosis 50-100 miligram bisa menyebabkan kematian.


Granat kejut, flashbang.


Granat kejut (bahasa Inggris: stun grenade), atau disebut juga flashbang, pada awalnya dirancang dan dibuat untuk dipakai Special Air Service Inggris. Granat ini dirancang untuk membingungkan, atau mengalihkan perhatian musuh selama beberapa detik. Granat jenis ini yang paling banyak ditemui adalah granat kejut M84, yang diberi julukan "Flashbang", karena menghasilkan cahaya membutakan (6-8 juta Candela) dan ledakan yang keras (170-180 desibel).

Ketika meledak, granat tersebut tetap utuh tanpa menghasilkan serpihan. Granat ini berbentuk tabung segienam besi dengan lubang untuk pengeluaran ledakan cahaya dan bunyi. Pengisinya adalah 4,5 gram peledak campuran oksida logam magnesium dan ammonium perklorat atau potasium perklorat.

Peluang Bisnis untuk Mahasiswa

1. Event Organizer.

Bagi anda mahasiswa yang aktif di organisasi kemahasiswaan, tentunya sering menjadi panitia dalam acara-acara yang diadakan oleh kampus.
Bekerja sama dengan perusahaan lain, mencari sponsorship, merangkai susunan acara dengan rapi, promosi, publikasi, dan lain sebagainya.
Gunakan pengalaman anda dalam mengadakan acara di kampus ini sebagai peluang bisnis bagi mahasiswa di dunia event organizer.
Ajak pula teman-teman anda untuk bekerja sama. Buatlah tim kerja, lalu selanjutnya anda dan rekan-rekan bisa mulai menawarkan proposal ke perusahaan-perusahaan untuk mengadakan acara seperti konser musik, pentas seni dan budaya, pertandingan olahraga, dan lain-lain.
Peluang bisnis ini masih terbuka luas mengingat event organizer yang ditangani mahasiswa belum banyak jumlahnya.

2. Desain unik produk pakai.

Peluang bisnis untuk mahasiswa, dari mahasiswa, dan oleh mahasiswa. Anda yang memilki kreativitas dalam hal desain, dapat menggunakan potensi ini untuk berbisnis.
Biasanya fakultas, jurusan, UKM, ataupun himpunan mahasiswa membutuhkan sesuatu seperti baju, kaos, pin, jaket, ataupun tas sebagai identitas mereka.
Gunakan kebutuhan mereka sebagai peluang bisnis dan tawarkan desain-desain unik anda pada mereka.
Biasanya, mereka lebih tertarik dengan produk unik dari sesama teman-teman mahasiswa. Karena desainnya lebih unik dengan harga yang lebih murah.

3. Bisnis Online.

Peluang bisnis untuk mahasiswa yang mudah dan murah. Anda hanya perlu komputer atau laptop serta koneksi internet.
Banyak peluang bisnis yang ditawarkan di dunia maya. Apalagi jika anda memiliki aktivitas blogging yang tinggi, dapat anda manfaatkan blog anda untuk meraih keuntungan seperti berjualan.
Searching, pelajari dengan teliti, dan pilih-pilih peluang bisnis yang ada di internet.

4. Handmade production.

Biasanya, peluang bisnis untuk mahasiswa di bidang ini disukai oleh mahasiswa wanita. Mereka suka dan kreatif jika dihadapkan pada peluang bisnis ini.
Contohnya seperti membuat kalung, gelang, anting-anting, kunciran rambut, atau asesoris lainnya dari bahan manik-manik.
Bagi mahasiswi, ke kampus tidak hanya untuk belajar namun juga harus berpenampilan modis. Karena itulah peluang bisnis untuk mahasiswa di bidang ini akan sangat menguntungkan.
Carilah bahan-bahan asesoris yang murah meriah seperti manik-manik, bahan daur ulang, mute-mute, dan sebagainya. Desain dan buatlah dengan kreasi yang unik, pakai ke kampus untuk contoh, lalu tawarkan pada teman-teman anda.
Tulisan di atas tentunya hanya sedikit dari sekian banyak peluang bisnis untuk mahasiswa lainnya. Gali kreativitas, lihat peluang bisnis yang bisa anda lakukan, dan buatlah inovasi-inovasi baru dari ide-ide cemerlang anda.
Sehingga setelah lulus dari bangku kuliah, anda tidak perlu khawatir jika tidak mendapat panggilan interview dari perusahaan manapun.
Dengan bisnis yang sudah anda bangun, bukan tidak mungkin giliran anda yang memanggil mahasiswa lulusan perguruan tinggi untuk interview di perusahaan anda.

kekuasaan dan politik

Konsep kepemimpinan dan kekuasaan telah melahirkan suatu minat
yagn hidup, diskusi, dan kadang-kadang menimbulkan kekaburan sepanjang
perkembangan pemikiran manajemen. Konsep kekuasaan (power) erat sekali
hubungannya dengan konsep kepemimpinan dan politik. Dengan kekuasaan
pemimpin memperoleh alat untuk mempengaruhi perilaku pengikutnya.
Dengan memberikan hubungan yang menyeluruh antara kepemimpinan dan
kekuasaan Harsey, Blanchard, dan Natemeyer merasakan bahwa para
pemimpin seharusnya tidak hanya menilai perilakunya sendiri agar mereka
dapat mengerti bagaimana mereka mempengaruhi orang lain, akan tetapi juga
mereka harus meneliti posisi mereka dan cara menggunakan kekuasaan.

Paul W. Cummings (Open Management – Guides to successful Practice)
mengemukakan kekuasaan dan politik dalam manajemen merupakan anak
kembar yang tak terpisahkan, karena yang satu tak dapat hidup tanpa yang
lain. Para manajer jaman sekarang harus mempelajari segi-segi pokok dalam
kekuasaan dan politik, jika mereka mau hidup terus dan berhasil. Mereka
harus belajar tentang garis-garis kekuasaan, menggunakan teknik-teknik
politik dan menggunakan kekuasaan dan teknik-teknik politik secara efektif
dalam karir mereka.

Garis kekuasaan kadang-kadang sangat tidak kentara dalam
organisasi kerja, sehingga bawahan tidak sadar bahwa mereka sesungguhnya
sedang digunakan untuk mengejar keinginan dan maksud orang lain. Ciri
pokok kekuasaan dalam perusahaan industri sekarang ini adalah penggunaan
orang-orang dan kelompok untuk tujuan dan maksud tertentu.

Pengertian Kekuasaan

Pelopor pertama yang mempergunakan istilah kekuasaan adalah
sosiolog kenamaan Max Weber. Dia merumuskan kekuasaan itu sebagai
suatu kemungkinan yang membuat seorang aktor di dalam suatu hubungan
sosial berada dalam suatu jabatan untuk melaksanakan keinginannya sendiri
dan yang menghilangkan halangan (Henderson dan Talcott Parsons :
Organizations Behavior ; 387). Bierstedt mengatakan bahwa kekuasaan adalah
kemampuan untuk mempergunakan kekuatan.

Kekuasaan adalah bagian yang mengisi jalinan kehidupan organisasi
(Iain Mangham ; “Power and Performance in Organizations”). Menyelesaikan
masalah memerlukan kekuatan. Setiap hari, manajer pada organisasi publik
dan swasta memperoleh dan menggunakan kekuasaan untuk mencapai
tujuan, dan dalam banyak kasus untuk memperkuat posisinya sendiri.
Keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam menggunakan dan bereaksi
pada kekuasaan sangat ditentukan oleh pengertiannya tentang kekuasaan,
mengetahui bagaimana dan kapan menggunakannya, dan dapat mengantisipasi
kemungkinan akibat-akibatnya.

Kekuasaan dan Pemegang Wewenang

Kekuasaan meliputi hubungan antara dua atau lebih orang. Robert
Dahl, seorang pakar politik menangkap fokus yang hubungan yang penting ini
ketika ia mendefinisikan kekuasaan sebagai “ A memiliki kekuasaan atas B
berarti bahwa ia dapat memerintah B untuk melakukan sesuatu yang harus
dilakukan B”. kekuasaan harus diterapkan atau mempunyai potensi untuk
diterapkan dalam hubungannya dengan orang atau kelompok yang lain.
Perilaku Organisasi : “ Kekuasaan dan politik ” 4

Literatur membedakan antara kekuasaan dan wewenang. Max Weber
menaruh perhatian pada perbedaan-perbedaan di antara dua konsep ini
(Theory of Social Economic ; 1947). Dia percaya bahwa kekuasaan meliputi
kekuatan dan paksaan. Sedangkan wewenang adalah kekuasaan resmi yang
dimiliki seseorang karena kedudukannya dalam organisasi. Wewenang
mempunyai sifat sebagai berikut :

1. Terdapat pada posisi seseorang. Individu mempunyai wewenang
karena posisi yang ia pegang, bukan karena sifat pribadi yang khusus.

2. Diterima oleh bawahan. Individu dalam posisi wewenang yang sah,
menerapkan wewenang dan dapat melaksanakannya karena ia
mempunyai hak yang sah.

3. Kekuasaan digunakan secara vertical dan mengalir dari atas ke bawah
dalam susunan sebuah organisasi.

Hakikat Politik

Secara prinsip, politik merupakan upaya untuk berperan serta dalam
mengurus dan mengendalikan urusan masyarakat atau orang banyak. Karena
menyangkut kepentingan banyak orang maka politik sangat dekat dengan
kekuasaan. Disisi lain, karena politik berusaha mengurus dan mengendalikan
urusan masyarakat, politik juga dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan
kebaikan dan kebenaran kepada masyarakat luas.

Namun banyak juga yang sering melihat politik sebagai suatu seni atau
ilmu dimana praktek-praktek yang cerdik, licin dan kadang-kadang tidak jujur
harus digunakan dalam persaingan dengan orang lain untuk memperoleh
kekuasaan dan kepemimpinan dalam kehidupan kelompok kerja.

Isu kekuasaan dan politik acapkali melibatkan juga isu etika. Contohnya,
penggunaan kekuasaan di luar dari batas wewenang formal, kekuasaan,
prosedur, uraian pekerjaan, dan tujuan organisasi. Manajer berhadapan
dengan dilema etika dalam pekerjaan karena mereka sering menggunakan
kekuasaan dan politik untuk mencapai tujuan mereka.

Baru-baru ini, peneliti telah mengembangkan suatu kerangka kerja
yang memungkinkan seorang manajer mengintegrasikan etika ke dalam
perilaku politik. Peneliti menyarankan bahwa perilaku manajer harus dapat
memenuhi kriteria tertentu untuk menjadi pertimbangan etika :

1. Hasil yang bermanfaat. Perilaku manajer menghasilkan kepuasaan
optimal dari para pihak, baik dari dalam maupun di luar organisasi.
Dengan kata lain, berakibat pada hal terbaik untuk sejumlah besar
orang.

2. Hak individu. Perilaku manajer harus menghormati hak-hak dari semua
pihak yang terkait. Dengan kata lain manajer respek pada hak dasar
manusia yakni kebebasan member persetujuan, kebebasan berbicara,
kebebasan menyatakan kata hati, keleluasaan pribadi, dan berkaitan
dengan proses.

3. Distribusi keadilan. Perilaku manajer harus respek pada aturan
keadilan. Dalam arti kata manajer memperlakukan orang secara adil,
wajar ddan tidak sewenang-wenang.

Teknik Politik yang Efektif

Teknik-teknik politik yang efektif berikut ini hanyalah beberapa dari
suatu daftar panjang yang harus dipelajari oleh para manajer untuk
dipergunakan terus-menerus dalam karir mereka, yaitu :

1. Pahami benar-benar pekerjaan dan kerjakan dengan sebaik mungkin.

2. Dapatkan kesetiaan bawahan.
Bila seseorang individu naik ke jenjang karir yang lebih tinggi, maka
harus lebih menuntut kesetiaan, dukungan, dan kerjasama dari
bawahan.

3. Pilih dan binalah pembantu khusus secara hati-hati.
Dalam memilih pembantu khusus harus mempertimbangkan banyak
variable perilaku manusia. Pembantu khusus dituntut untuk menguasai
berbagai keterampilan teknis dan pengetahuan tentang pekerjaan.

4. Kuasai anggaran belanja untuk mengendalikan kekuasaan.
Banyak manajer gagal di tengah jalan karena tak memiliki pengetahuan
tentang ini. Banyak politisi bahkan beribu-ribu manajer dunia
kehilangan pekerjaan karena mereka rakus. Manajer yang baik harus
dapat mengendalikan secara cermat sejumlah besar uang yang
dipercayakan kepadanya.

5. Jadilah aktor dan wiraniaga
Dengan menguasai sedikit banyak teknik bermain sandiwara, para
manajer dapat mengetahui keinginan dan kebutuhan bawahan mereka
dan menentukan nilai mereka.